RESUME KE-15
KBMN PGRI ANGKATAN 32
a.
Judul materi “Usaha
Penerbitan Buku (PENERBIT INDIE KAMILA PRESS)”.
Hari/ Tanggal: Senin, 24 Februari 2025
Pertemuan ke-15
b.
Moderator: Sigid
Purwo Nugroho.
c.
Narasumber materi
adalah Cak Inin Mukminin (Mukminin, M.Pd).
Penulis: Irine Puspita
d. Hal yang menarik dari bahasan Usaha Penerbitan Buku adalah berikut ini.
Penerbit buku ada 2 macam, yaitu penerbit mayor dan indhie.
P Penerbit mayor dilihat dari mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku dan harus melewati tahapan prosedur sebelum diterbitkan. Contoh penerbit Mayor: Balai Pustaka, Penerbit Gramedia, Penerbit Andi, Penerbit Yudhistira, Grafindo Media Pratama, Peberbit Mizan.
Penerbit indi hanya mencetak buku bila ada yang memesan atau cetak berkala POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup. Contoh penerbit indi: Kamila Press Lamongan, Lensa Publising, TanKali, Pagan Press, Oase, dll. KAMILA PRESS adakah salah' satu dari Penerbit Indie yang berpengalaman dan menjadi Anggota IKAPI.
Hal yang harus dipersiapkan untuk mendirikan penerbit buku indi adalah memiliki kantor, tenaga ahli minimal 2, punya langganan percetakan, memiliki modal, ada izin CV, memiliki web berbayar, ulet dan tangguh, terus mengikuti perkembangan zaman, dan yakin terhadap usaha.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar